Palestina, negeri berdarah-darah dan banjir airmata tiada henti.Setelah Inggris memberikan mandat untuk kaum Yahudi membentuk Negara.Israel.Bangsa tamak ini ingin menguasai seluruh tanah dan harkat hidup bangsa Palestina.Mereka ingin membentuk Israel raya dengan ibukotanya Jerussalem.
Gaza Strip, tanah yang hanya secuil bila dibandingkan Negara Indonesia itupun tak luput dari bulan bulanannya.Setelah peristiwa intifadah ke 1, maka organisasi-organisasi yang tadinya hanya bergerak dibidang social bangkit dengan membentuk pasukan para militer.Senapan lawan senapan.dan bukan lagi senapan lawan batu.Yang anehnya, rakyat Palestina membentuk pasukan perlawanan kok malah di sebut Teroris Oleh Canada, Uni Eropa, Israel, Japan dan America.Malah yang anehnya Hamas yang menang pemilu 2006 secara demokrasi dan fair tidak diakui Amerika dan Negara barat lainya.Padahal Negara-negara ini katanya menjunjung demokrasi.
Bahkan Organisasi Fatah yang liberal pimpinan Farouk Kaddoumi, tidak terima dengan kemenangan HAMAS ini, sehingga mereka bertempur dan fatah terusir dari Gaza Strip
Organisasi perlawanan di Gaza Strip Palestina:
Hamas
Hamas, an acronym of Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah, ( “Islamic Resistance Movement”)Adalah organisasi Islam sunni Palestina
Dibentuk oleh Syeik Ahmad Yasin dan tujuh orang berpendidikan tinggi: Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak), Abdul Fatah Dukhan dan Muhammad Shamaa (keduanya guru), Isa Nashar dan Abu Marzuq (insinyur mesin), Syekh Salah Silada (dosen), dan Ibrahim al-Yazuri (farmakolog).
Tujuan pendirian Hamas dicantumkan di aktanya: “mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina”. Dengan kata lain: melenyapkan bangsa Israel dari Palestina dan menggantinya dengan negara Islam.
Sayap militer hamas adalah : Brigade Izzudin al-qassam dengan jumlah pasukan terlatih sekitar 20.000.
Mampu merakit sendiri rocket AL-Qassam yang ditakuti Israel.
Anggotanya harus melalui seleksi superketat. Mereka diambil dari pemuda-pemuda yang lulus ujian akhlak dan keimanan.
Para recruiter Al Qassam, misalnya, akan mencari calon pejuang dari jamaah salat Subuh di masjid-masjid Gaza dan seluruh kawasan Tepi Barat. Pemuda yang tak pernah ketinggalan salat Subuh berjamaah adalah bibit terbaik prajurit Hamas. Jadi, pemuda Palestina yang suka merokok, apalagi bau minuman keras, jangan harap bisa diterima sebagai personel Al Qassam.
Prajurit ikhlas dan bebas maksiat memang jadi modal utama. Sebab, Hamas yakin kemenangan tak semata-mata hitungan senjata, tapi juga faktor “langit”. Mereka percaya dengan perlindungan malaikat yang sudah tahu siapa yang bakal unggul. Seperti saat 300 prajurit Nabi Muhammad sukses melawan 1.300 musuh dalam Perang Badar(2 hijrah) Read more…
Comment